Saturday, October 24, 2009

Tiada lagi istilah putus asa



Doa hendaklah dibaca dengan perasaan penuh rendah diri di hadapan Allah SWT.

SABAN hari umat Islam di seluruh pelosok dunia memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan harapan segala permohonan diperkenankan-Nya. Namun tidak semua doa daripada seseorang insan itu termakbul. Lantaran itu, sesetengah pihak tertanya-tanya kenapa doanya itu tidak berhasil sedangkan Allah telah berfirman:

Berdoalah kamu kepada-Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. (Ghaafir: 60)

Disebabkan perasaan kecewa kerana tanggapan bahawa permohonannya itu seakan-akan tidak dimakbulkan, maka timbul perasaan putus asa. Sehingga ada yang meninggalkan amalan berdoa yang sebenarnya merupakan salah satu ibadah yang dimuliakan Allah. Nabi SAW bersabda:

“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah dibanding doa”. (Riwayat Tirmidzi)
Hakikatnya, Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Adil dan Dia sentiasa mengotakan janji-janji-Nya. Namun hamba-hamba-Nya adakalanya gagal untuk memahami hikmah di sebalik segala keputusan Allah. Kita merasakan apa yang dipinta daripada-Nya itu merupakan yang terbaik untuk diri kita sedangkan Allah lebih mengetahui segala-galanya dan setiap keputusan-Nya itu memiliki hikmah yang adakalanya tidak disedari oleh seseorang insan.

Ada ketikanya apabila Allah tidak memperkenankan sesuatu permintaan hamba-Nya disebabkan kerana Allah ingin memberikan sesuatu yang lebih baik dari apa yang dipinta.

Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan sebuah doa yang tidak berisi dosa dan permintaan untuk memutuskan silaturahim
melainkan Allah akan mengurniakan kepadanya salah satu dari tiga perkara: Allah akan segera memakbulkan doanya atau Allah akan menyimpan doanya sebagai pahala di akhirat atau Allah akan menghindarkan dirinya dari keburukan semisalnya. Mereka berkata: Kalau begitu kami harus memperbanyakan berdoa. Nabi bersabda: Apa yang Allah kurniakan kepada kalian lebih banyak dari yang kalian minta”. (Riwayat Imam Ahmad)

Begitulah resam seorang insan yang selalu lupa tentang apa yang telah dikurniakan Allah yang hakikatnya lebih banyak berbanding permintaannya yang dianggapnya tidak dimakbulkan itu. Malah menerusi hadis di atas dapat kita fahami bahawa ada waktunya Allah menggantikan apa yang dipinta oleh hamba-hamba-Nya itu dengan menghindarkan diri mereka dari ditimpa kemalangan ataupun apa-apa jua bentuk musibah.



Ada ketikanya Allah menangguhkan untuk memperkenankan sesuatu permintaan dan dikurniakan sebagai ganti berupa ganjaran pahala di akhirat yang tentu sekali akan lebih memberi manfaat yang besar kepada hamba-hamba-Nya.

Insan tetap insan yang sebagaimana telah kita semua sedia maklum terbelenggu dengan pelbagai kelemahan. Kenapa tatkala merasakan Allah seperti tidak memperkenankan doa-doanya, seseorang insan itu tidak terlebih dahulu melihat kekurangan yang ada pada dirinya sendiri.

Bagaimana mungkin Allah ingin menjawab permintaannya itu sekiranya seseorang itu sentiasa bergelumang dengan perbuatan maksiat serta meninggalkan segala kewajipan yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sabda Rasulullah SAW:

“Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, kamu harus mengerjakan segala yang baik (makruf) dan meninggalkan segala yang keji (mungkar), atau jika tidak Allah pasti akan menurunkan seksa ke atas kalian, nanti bila kalian berdoa tidak akan dimakbulkan”. (Riwayat Tirmidzi)


Tidak dapat dinafikan kelalaian seseorang dalam menurut perintah Allah dan juga tewasnya seseorang dengan godaan hawa nafsu merupakan penyebab utama terhalangnya kurniaan kebaikan (seperti mudah termakbulnya doa) daripada Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Firman-Nya:

Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkan-Nya itu, dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripada-Nya. (al-Ra’du: 11)
Mana mungkin Allah SWT akan memperkenankan sesuatu permohonan jika hamba-hamba-Nya tidak mempedulikan perkara halal dan haram dari segi sumber rezeki, pemakanan dan pakaian-pakaiannya dalam kehidupan seharian. Firman Allah:

Wahai Rasul-rasul, makanlah dari benda-benda yang baik lagi halal dan
kerjakanlah amal-amal soleh; sesungguhnya Aku Maha Mengetahui akan apa yang kamu kerjakan. (al-Mukminun: 51).

Dan Dia berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari benda-benda yang baik (yang halal) yang telah Kami berikan kepada kamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika betul kamu hanya beribadat kepadanya. (al-Baqarah:172).



Kemudian Baginda menyebutkan tentang seseorang yang sedang dalam perjalanan panjang, rambutnya kusut dan berdebu. Dia berdoa sambil menadahkan tangannya ke langit, dia berucap: Ya Rabbi, Ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dia dikenyangkan dengan makanan yang haram, lalu bagaimana mungkin doanya dimakbulkan. (Riwayat Imam Muslim)

Sikap terburu-buru sesetengah insan dalam meminta doanya agar dimakbulkan segera sehinggakan wujud perasaan putus asa apabila permintaan tersebut tidak tercapai merupakan antara faktor yang menyebabkan terhalangnya doa itu diterima oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: Akan dimakbulkan doa salah seorang di antara kamu
selagi dia tidak terburu-buru lalu dia mengatakan: Aku sudah berdoa namun
tidak dimakbulkan bagiku. (Riwayat Imam al-Bukhari)


Sewajarnya setiap insan tidak putus harapan dalam berdoa dan tetap memperbanyakkan amalan berdoa. Keyakinan bahawa Allah SWT akan memperkenankan doa hamba-hamba-Nya juga merupakan faktor yang dapat mempermudahkan termakbulnya doa.

Sekiranya doa itu diyakini sebagai ibadah maka hendaklah kita menghadapkan doa itu ikhlas hanya kepada Allah SWT tanpa sebarang perantaraan yang bertentangan dengan syarak dan tatacara berdoa itu juga hendaklah bersesuaian dengan sunah Rasulullah agar ia diterima oleh Allah SWT. Doa itu hendaklah dibaca dengan perasaan penuh rendah diri di hadapan Allah dan dengan suara yang perlahan. Firman-Nya:

Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan merendah diri dan (dengan suara) perlahan-lahan. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas. (al-A’raaf: 55)


Justeru, hendaklah setiap insan melazimkan diri mereka dengan berdoa. Pada masa yang sama hendaklah setiap insan itu juga berusaha untuk memperbaiki kekurangan diri dalam menurut segala perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya agar ia dapat memudahkan termakbulnya doa.

InsyaAllah..Doa itu senjata orang mukmin...

Thursday, October 22, 2009

Hidup ~ menunggu waktu solat..

Jika telah menunaikan shalat Subhuh, tunggulah waktu shalat Dhuhur
Jika telah menunaikan shalat dhuhur, tunggulah waktu shalat Ashr
Jika telah menunaikan shalat Ashr, tunggulah waktu shalat Maghrib
Jika telah menunaikan shalat Maghrib, tunggulah waktu shalat Isya’
Jika telah menunaikan shalat Isya’, tunggulah waktu shalat Shubuh

Begitu seterusnya kita mengisi hidup ini. Kita bisa mengisi waktu menuggu shalat tersebut untuk melakukan berbagai aktivitas positif, seperti bekerja, istirahat, mencari ilmu, dan berbagai aktivitas bermanfaat lainnya. Jika kita jadikan itu prinsip dalam hidup kita, Insya Allah, kita tidak akan pernah ketinggalan untuk shalat berjama’ah. Jika kita jadikan diri kita untuk senantiasa merindukan waktu shalat, hati ini akan senantiasa tertambat di masjid. Dengan demikian insya Allah akan termasuk hamba yang akan dinaungi Allah di padang mahsyar nanti.





Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “Segolongan manusia yang dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari kiamat, hari yang tidak ada naungan padanya selain daripada naungan Allah; di antaranya ialah:

1.Pemerintah yang adil,
2.pemuda yang hidupnya sentiasa dalam mengerjakan ibadah kepada Tuhannya,
3.orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid,
4.dua orang yang berkasih sayang karena Allah di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keridhaan Allah,
5.orang yang dipujuk oleh perempuan yang kaya lagi cantik untuk bersatu dengannya lalu ia menolak dengan berkata: “Aku takut kepada Allah!”,
6.orang yang bersedekah secara sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya,
7.dan orang yang menyebut atau mengingat Allah dalam kondisi kesunyian, lantas mengalir air matanya.” (HR Bukhary-Muslim)

Bersegera menuju kebaikan adalah sesuatu yang dicintai Allah. Karena kita tidak mengetahui, sampai kapan Allah memberikan kesempatan bagi kita untuk memperbanyak bekal kita di akhirat nanti.Betapa kita saksikan bahwasannya diri-diri kita belum sepenuhnya menyadari jati diri kita di dunia ini. Seorang musafir. Benar, kita ini adalah musafir.

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhari)

Bukan berarti menafikan bekerja untuk dunia kita. Seorang muslim yang cerdas, adalah siapa yang lebih banyak mengingat kematian. Dengan mengingat mati, dia akan lebih banyak mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah mati, bekal untuk menghadap Rabb semesta alam, Allah subhanahu wata’ala.

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”(QS.Al-Hadid: 20)

Semoga Allah selalu menunjukkan kita ke jalan hidayahnya

Friday, October 9, 2009

Dedikasi untuk kita semua~


Buat diri yang selalu lupa dan alpa.....

Di kala sibuk menelaah butir-butir Ganong & Guyton
Ucaplah ALLAHKUABAR...sungguh hebat proses2 diatur AL HAKEEM
Di kala asyik meneliti setiap inci slides Histo
Ucaplah SUBHANALLAH...halus dan unik setiap inci ciptaan AL KHALIQ
Di kala kusyuk menghafal 1001 penyakit yg wujud
Ucaplah ALHAMDULILLAH...masih lagi diberi kesihatan oleh AR RAHEEM

Buat diri yang selalu lupa dan alpa.....

Ingat... bukanlah ijazah dunia semata yang dikejar, tetapi MARDHATILLAH menjadi harapan
Ingat... bukanlah pandangan manusia yang diutamakan, tetapi pandangan ALLAH menjadi sandaran
Ingat... bukanlah natijah yang akan dilihatNya, tetapi setiap usaha dan keringat menjadi perkiraanNYA


Buat diri yang selalu lupa dan alpa....

Sesibuk manapun dirimu dengan exam dunia... jangan lupa tunaikan hak buat SI DIA
Tadabbur ayat-ayat cintaNYA, solat malam mohon kekuatan dariNYA, zikrullah menyuci jiwa
Sesibuk manapun dirimu dengan persiapan ilmu di dada... jangan lupa tunaikan hak buat keluarga di desa sana
Telefon seminit dua, tanya khabar berita mereka, pohon restu dan doa jua
Sesibuk manapun dirimu dengan buku-buku dpn mata... jangan lupa tunaikan hak buat orang-orang sekelilingmu juga
Solat jemaah , masak-masak , sharing tazkeerah , gelak tawa bersama-sama.
(Hablumminallah wa Hablumminannas)


Musim imtihan sudah kunjung tiba
Menjadi madrasah tarbiyyah buat kita semua
Jiwa diasuh, nafsu dididik mengikut acuanNYA (Sibghatallah)
Berdamping dan bermohon yang terbaik dari YANG ESA.

Sungguh...
Segalanya telah tertulis di LUH MAHFUZ
"Pena telah terangkat, lembaran telah pun kering"
Kuatkan keyakinanmu pada YANG SATU
DIA MAHA MENGETAHUI apa yang terbaik untuk hamba-hambaNya
Tetaplah bersyukur dengan setiap ujian dan nikmat yang tersedia
Semua itu RAHMAT & REZEKI DARINYA...


MOTIVASI DIRI:

"Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat." (42:19-20)


Bittaufiq wannajah fil imtihan everyone!

Moga Allah permudahkan urusan kt semua inshaAllah. Kita doa sama2 inshaAllah.(^-^)

Sunday, October 4, 2009

Mock OSCE~



Great news! DuniaDeen and POTS will be organising a mock OSCE examination for the second and third year medical students. This is indeed to give the opportunity for students especially us as Muslims to be top notch in every area of life including our academic performance, insyaAllah.

This program also is intended to set a scene and to give ideas of how a real OSCE will be like especially for the second years who will experience it for the first time this year. The setting of the mock OSCE is as follows :

1. There will be 6 stations altogether - 3 History Taking and 3 Clinical Examination

2. Each student will have 1 minute to read question provided at each station, 7 minutes to perform the task and 1 minute for written feedback by the assessor and moving to the next station

3.Among the things that can be tested :2nd year -Respiratory examination - GI examination - CVS examination- GALS examination - History taking (anything that you guys have learnt this year)

4. Each student is to bring along their own sthetoscope. Other things will be provided at each station.

5. We plan to have the program on the 10th October 2009, 2nd year from 11.00-1.30pm and 3rd year from 3.00-5.30pm.

6. Venue will be at Clubs and Societies - Evision Lounge, Room 2 and Room 6.

InsyaAllah, may Allah help us all and grant easiness for us to undergo the examination excellently.

P/S: There might be changes to the flow and timing of this Mock OSCE. InsyaAllah those involved will be texted or emailed for any changes. =]


Saturday, October 3, 2009

Syariatullah dan Sunnatullah


Syariatullah adalah hukum Allah atau syariat Allah yang telah diperintahkanNya kepada manusia, berkenaan perkara-perkara yang halal, haram, wajib, sunat, makruh dan lain-lain. Di mana Sunnatullah atau Law of Nature pula ialah hukum alam yang telah ditetapkan oleh Allah. Seperti kejadian siang dan malam, kewujudan graviti, pergerakan bumi mengelilingi matahari dan lain – lain lagi.

Memahami dan melaksanakan syariatullah dan sunnatullah adalah penting bagi umat islam yang menginginkan kejayaan di dunia dan di akhirat. Saya kemukakan contoh mudah, 2 orang pelajar, A dan B akan menghadapi peperiksaan tidak lama lagi. Pelajar A seorang muslim yang sangat menjaga ibadahnya. Manakala pelajar B pula bukan seorang muslim. Dalam persediaan menghadapi peperiksaan, pelajar A meningkatkan lagi amal ibadah sehariannya, solat wajib dan solat sunat bersungguh-sungguh berdakwah siang dan malam, halaqah pada setiap malam, bertahajud sampai bengkak kaki nya, cuma satu saja yang dia tak lakukan iaitu mengulangkaji pelajaran, sedangkan dia masih ada kesempatan waktu untuk ulangkaji pelajaran. Manakala, pelajar B pula mengulangkaji pelajaran dengan bersunguh-sungguh, hampir setiap malam melakukan ulangkaji pelajaran, berhenti pun hanya untuk makan dan minum, kemudian sambung belajar lagi.

Jadi, antara pelajar A dan B yang manakah akan berjaya akademiknya?

Sudah tentu pelajar B akan mendapat keputusan peperiksaan yang lebih cemerlang walaupun dia non muslim. Kenapa?, itulah sunnatullah, siapa yang berusaha dia akan dapat kejayaan..

Daripada contoh di atas, kita dapati bahawa pelajar A memenuhi syarat-syarat syariatullah. Pelajar B pula memenuhi syarat-syarat sunnatullah. Di dalam kes ini, sunnatullah yang telah ditetapkan untuk mendapat kejayaan yang baik dalam peperiksaan ialah dengan mengulangkaji pelajaran dengan sebaik-baiknya. Oleh kerana pelajar B memenuhi syarat sunnatullah ini, dia diberikan kejayaan oleh Allah walaupun dia bukan seorang muslim. Jika pelajar A juga melaksanakan sunnatullah, sudah pasti kejayaan pelajar A lebih bermakna. Di mana pelajar A akan mendapat keberkatan dalam kehidupannya atas hasil pelaksanaan syariatullah. Pelajar A akan menjadi seorang mukmin yang cemerlang seperti tokoh-tokoh ilmuan terdahulu; Ibnu sina, Al-Khawarizmie, Ibn Khaldun dan lain-lain.

Juga, boleh direnungkan kisah pembebasan kota Costantinople, dimana pembebasan kota ini telah dijanjikan oleh Allah dan Rasul

"Sesungguhnya Costantinople itu pasti akan dibuka. Sebaik-baik ketua adalah ketuanya, dan sebaik-baik tentera adalah tenteranya ” (Hadis riwayat Ahmad)

Mendengar hadis tersebut para sahabat berlumba lumba untuk menakluk kota costantinople, mereka ingin mendapat penghormatan yang telah dijanjikan nabi. Beberapa siri peperangan telah dilakukan bagi menakluk Costantinople.Walau bagaimanapun, kesemua kempen yang dilancarkan menemui kegagalan. Di antaranya, 5 kempen di zaman Kerajaan Umayyah, 1 kempen di zaman Kerajaan Abbasiyah dan 2 kempen di zaman Kerajaan Usmaniyah. Di dalam salah sebuah kempen semasa zaman Kerajaan Umayyah, seorang sahabat besar Nabi saw iaitu Abu Ayyub Al Ansary ra telah syahid dan dimakamkan di bawah dinding kubu Kota Constantinople di atas wasiatnya sendiri. Apabila ditanya kenapa beliau ingin dimakamkan di situ maka beliau menjawab, “Kerana aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja yang akan mengetuai sebaik-baik tentera semasa mereka membebaskan Constantinople”. Begitulah teguhnya iman seorang sahabat besar Nabi saw.


Hadis Nabi saw ini direalisasikan hampir 800 tahun kemudiannya oleh Sultan Muhammad Al Fatih, khalifah ke-7 Kerajaan Usmaniyyah.


Apakah rahsia kemenangan Sultan Muhammad Al Fatih dan tenteranya. Adakah keimanan mereka melebihi keimanan para sahabat seperti Abu Ayyub Al Ansary ra?...


Tak lain dan tak bukan adalah kerana strategi dan kelengkapan perang yang mencukupi yang telah dipersiapkan oleh sultan dan tenteranya. Tika waktu tersebut armada pasukan tentera Islam sudah cukup kuat jika hendak dibandingkaan dengan 800 tahun yang lalu. Ditambah lagi dengan kekutan iman Sultan Muhammad Al Fatih dan para pengikutnya. Sultan Muhammad Al Fateh terkenal sebagai seorang yang wara' dan rajin beribadat malam.



Jadi apa resepi kemenangannya?


Jawapannya adalah mereka memenuhi tuntutan Syariatullah dan Sunnatullah. Memenuhi tuntutan Syariatullah dengan menanam benih keimanan yang tinggi dalam jiwa para pejuang dan memenuhi tuntutan sunnatullah dengan strategi dan kelengkapan yang mencukupi untuk sebuah peperangan.


Begitu halnya dengan seorang pelajar yang mahukan kejayaan, sudah pasti perlu melaksanakan kedua-dua tuntutan ini; belajar bersungguh-sugguh untuk mendalami ilmu serta menjaga syariat Allah yakni melaksanakan segala perintah yang telah di ditentukan oleh Allah dan menjauhi segala laranganNya. Kedua-dua elemen ini perlu ada untuk mendapat kejayaan di dunia dan akhirat, insyaAllah..

** Salam mujahadah untuk semua yang bakal menduduki exam tidak lama lagi. Ayuh tingkatkan amal & usaha kita dengan niat yang ikhlas keranaNya**